Perhitungan Poin Kelasemen MotoGP


MotoGP Mania – Balap dunia MotoGP merupakan kejuaraan yang menggunakan poin sebagai dasar peringkat kelasemen. Baik untuk kategori pembalap, tim maupun konstruktor/manufaktur. Pastinya banyak diantara Anda yang sudah sangat memahami sistem perhitungan poin tersebut. Tetapi tentu tidak menutup kemungkinan ada yang belum mengetahuinya. So, kami mencoba memberi sedikit pedoman.

Kelasemen Pembalap

Pertama, tentu kita harus tahu dulu perhitungan poin untuk kategori rider, karena ini akan menjadi dasar perhitungan poin kategori tim dan konstruktor. Berikut adalah daftar posisi finish pembalap yang dipasangkan dengan poinnya.
Pos 1 = 25 poin
Pos 2 = 20 poin
Pos 3 = 16 poin
Pos 4 = 13 poin
Pos 5 = 11 poin
Pos 6 = 10 poin
Pos 7 = 9 poin
Pos 8 = 8 poin
Pos 9 = 7 poin
Pos 10= 6 poin
Pos 11= 5 poin
Pos 12= 4 poin
Pos 13= 3 poin
Pos 14= 2 poin
Pos 15= 1 poin

Khusus rider pengganti, poin yang diraihnya saat mengisi posisi rider lain tetap menjadi miliknya. Tapi untuk kelasemen tim, poinnya akan disumbangkan untuk tim yang dibelanya pada seri tersebut.

Sebagai contoh: Hiroshi Aoyama yang menggantikan Dani Pedrosa di seri Assen. Poin yang dihasilkan pada seri itu tetap menjadi miliknya, bukan untuk Pedrosa yang digantikan. Tetapi di kelasemen tim poinnya diberikan untuk Repsol Honda, bukan tim regulernya San Carlo Honda Gresini.

Kelasemen Tim

Untuk kelasemen tim, poin didapat dari hasil yang diraih oleh pembalap dari tim tersebut (ya iya lah… icon smile Perhitungan Poin Kelasemen MotoGP ). Jika satu tim hanya menurunkan satu rider ya berarti tim tersebut hanya mendapat poin dari sang rider tunggal. Jika tim menurunkan dua rider, poin tim adalah gabungan dari kedua poin pembalap di setiap seri.

Bagaimana jika satu tim lebih dari dua pembalap seperti tim Repsol Honda? Yang ini sedikit berbeda. Poin tim tetap dihitung dari hasil dua rider saja. Yang finish terbaik dan terburuk.

Contoh di seri Qatar. Casey Stoner juara, Dani Pedrosa finish ketiga dan Andrea Dovizioso keempat. Untuk kelasemen tim, poin Repsol Honda adalah poin yang diraih Stoner (rider Repsol finish terbaik/25 poin) ditambah poin Dovizioso (rider Repsol finish terburuk/13 poin). Jadi poin tim Repsol Honda di seri pertama adalah 38.

Bukan cuma itu, ada aturan tambahan lainnya. Jika salah satu rider DNF atau tidak ikut balap maka poin tim hanya diambil dari satu rider yang finih terbaik. Makanya ketika Pedrosa tidak finish di seri Le Mans lalu tim mengosongkan posisinya selama dua race berikutnya, poin tim Repsol Honda hanya diambil dari Stoner.

Kelasemen Konstruktor

Berbeda dengan kelasemen tim, untuk kategori constructor/manufactur, poin hanya dihitung berdasarkan poin terbaik rider dari konstruktor tersebut. Termasuk dari rider tim satelit. Seperti yang terjadi di seri Silverstone. Colin Edwards menyumbang poin untuk Yamaha.

Oh ya, konstruktor yang dimaksud adalah pemakai mesin dan chassis dari satu produsen yang sama. Jika kasusnya seperti di Moto2 dimana semua rider menggunakan mesin Honda, konstruktor ditentukan berdasarkan kesamaan produsen chassis.

Demikian sob, semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon dikoreksi atau ada yang ingin menambahkan silakan…

SUMBER

0 komentar:

Posting Komentar